Sesampainya dirumah Amar menyandarkan sepedanya. Kemudian merebahkan badan dengan segala kecemasan yang dia rasakan. “Duh, apa aku keluar kerja aja ya?, kalo lingkungannya seperti ini mah cuma akan mendidik aku sebagai koruptor meskipun koruptor lokal, sepertinya aku nggak bakal kuat menahan godaan ini” pikiran Amar mulai kacau. “Aaaarghhh, kenapa si Jono harus memberikan trik murahan itu, dan kenapa juga aku harus mengikutinya
Komentar
Posting Komentar