Langsung ke konten utama

Kontak Saya

Anda bisa menghubungi saya di
Instagram : @amji.anto atau juga via email: aguskudo71@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keajaiban itu Nyata, Katanya! Chapter I

Satu keping uang logam jatuh dari atas meja, “Cling!!!”. Uang logam lima ratus rupiah bergambar bunga melati itu menggelinding, dan berputar-putar di bawah kolong meja. Dan “Klik”, akhirnya jari telunjuk dan jempol menghentikan tarian holihop uang receh itu. Receh yang loncat dari tangan Amar. Seolah-olah tidak mau untuk dikumpulkan dengan kepingan lainnya.   Uang dua puluh ribu rupiah berwarna hijau yang digenggam ditangan kanan Amar dan uang recehan sebanyak sembilan keping lima ratusan ditangan kiri, jumlah yang ganjil karena

Keajaiban itu Nyata, Katanya! Chapter III

Sesampainya dirumah Amar menyandarkan sepedanya. Kemudian merebahkan badan dengan segala kecemasan yang dia rasakan.   “Duh, apa aku keluar kerja aja ya?, kalo lingkungannya seperti ini mah cuma akan mendidik aku sebagai koruptor meskipun koruptor lokal, sepertinya aku nggak bakal kuat menahan godaan ini” pikiran Amar mulai kacau.   “Aaaarghhh, kenapa si Jono harus memberikan trik murahan itu, dan kenapa juga aku harus mengikutinya

Keajaiban itu Nyata, Katanya! Chapter II

Pukul sepuluh warung soto telah siap untuk dibuka. Semua meja telah dilap, lantai telah dipel.   Ayam telah digoreng dan ditiriskan. Semua bahan telah siap dan lengkap. Dan tirai siap untuk dibuka.   Baru beberapa menit dibuka pelanggan mulai berdatangan.   Bangku telah terisi. Dan mangkok meja telah siap untuk beradu dengan sendok dan garpu.   Menjelang jam sebelas warung telah dipenuhi pelanggan, semua bangku telah terisi. Dari anak-anak remaja, para Bapak-bapak dan perkumpulan Ibu-ibu yang sepertinya para