Langsung ke konten utama

Keajaiban itu Nyata, Katanya! Chapter III



Sesampainya dirumah Amar menyandarkan sepedanya. Kemudian merebahkan badan dengan segala kecemasan yang dia rasakan.  “Duh, apa aku keluar kerja aja ya?, kalo lingkungannya seperti ini mah cuma akan mendidik aku sebagai koruptor meskipun koruptor lokal, sepertinya aku nggak bakal kuat menahan godaan ini” pikiran Amar mulai kacau.  “Aaaarghhh, kenapa si Jono harus memberikan trik murahan itu, dan kenapa juga aku harus mengikutinya
, Astagfirullah” Amar kesal dengan dririnya sendiri kemudia tertidur.
Pukul 03.00 Amar terbangun. Merenung dengan segala apa yang telah dilakukannya.  Amar teringat dengan hadits shahih yang pernah dibacakan guru Agamanya di sekolah dulu.  Rasulullah SAW. bersabda “Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap sepertiaga malam akhir. Ia lalu berkata: ”Barang siapa yang berdoa, akan Akan aku kabulkan.  Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni.  Hingga terbit fajar” (HR. BUKHARI 1145, MUSLIM 758). Setelah itu Amar ke belakang dan melaksanakan dua raka’at sholat tahajud.  Amar mencurahkan segala isi hatinya
dengan Tuhannya. Amar menceritakan segala kegundaha, dan kegalauannya.  Dengan menengadahkan kedua tangannya Amar berdoa lirih. “Ya Allah, tunjukanlah keajaibanmu.  Aku tidak ingin menjadi koruptor.  Aku tidak ingin terus-terus menumpuk dosa kecil yang akan terus menggunung jika terus aku kerjakan.  Berikanlah aku jalan terbaik, ya Allah.  Jalan yang Engkau ridhoi” mata Amar berkaca-kaca. Amar yakin bahwa Allah akan menuntun kejalan yang benar. Setelah berdoa Amar masih duduk termenung diatas sajadah.  Tapi pikirannya mulai jernih.  Dan Amar tertidur diatas sajadah hinggal adzan subuh.
Hari selasa Amar masih bekerja di warung soto seperti biasa. Pukul 10.00 tiba-tiba hape nokia jadul Amar berbunyi tanda sms masuk. “Kring-kring, Kring-kring!”dengan segera Amar mengambil hape yang ada dikantong celananya. “Alhamdulillah..” ucap Amar lega sambil senyum-senyum.  “Ada apa Mar?, kok senyum-senyum sendiri? Dapet sms dari cewe yah? Perasaan nggak cewe yang deket sama kamu” goda Dodo. “Yeee,,, emang orang seneng cuma gara-gara cewe. Nih baca sendiri” Amar menyodorkan hapenya ke Dodo.  “Yaaah.. nanti aku sendirian dong di sini” keluh Dodo setelah membaca sms pemberitahuan Amar lolos tes kesehatan PT.GS Battery dan akan segera berangkat hari jumat ke Karawang.  “Kan ada juragan, Do” jawab Amar sambil mengambil kembali hapenya.  “Nanti malam aku bakal pamitan ke juragan Do” tambah Amar. “Kan ini masih hari selasa Mar” tanya Dodo.  “iya kan aku harus menyiapkan segala sesuatunya Do, tahu sendiri kerja disini sampai jam berapa?, kalau selama ini aku punya banyak salah mohon di maafin ya Do, hehe” Amar nyengir.  “Nggak ah!” Dodo ketus. “Lha kok gitu” Amar heran. “Iya iyaa… kaya sama siapa aja kamu Mar, semoga aja disana kamu betah dan bisa menjadi orang sukses” jawab Dodo sambil tersenyum. “Aaamiin” Amar mengamini ikut tersenyum puas.

TAMAT

Komentar