![]() |
| Sumber:https://pxhere.com/id/photo/715677 |
Aku menemukan sebuah buku yang menarik.
Itu adalah buku tentang bagaimana cara menjadi seorang penulis. Buku itu berjudul “Kekuatan Pena”, karya Eko
Prasetyo, yang di cetak pada 2012. Buku
itu memang sudah telrihat kusam, berwarna kekuningan. Entah, karena memang
jenis kertas yang dipakai berwarna demikian atau mungkin karna warna putihnya
telah di makan usia.
Buku itu aku temukan di meja
perpustakaan. Karena aku ingin menjadi
seorang penulis, baru melihat judulnya
saja pupil mataku telah melebar.
Selembar demi selembar , tidak terasa kata-kata sang penulis membuatku
larut didalam kata-kata yang sederhana namun penuh makna. Di situ banyak dituliskan tentang bagaimana
cara menjadi penulis. Karena semua orang
itu bisa menjadi penulis. Ada banyak
kata-kata yang menarik yang dikutip dalam buku ini, “syarat menjadi penulis ada
tiga yaitu,
menulis, menulis, dan menulis.” Ungkap Kuntowijoyo. Dan ada juga kata-kata Thomas Alfa Edison yang dikutip dalam buku ini tentang kekuatan pantang menyerah, “Sukses itu 1 % bakat 99 % keringat.”
menulis, menulis, dan menulis.” Ungkap Kuntowijoyo. Dan ada juga kata-kata Thomas Alfa Edison yang dikutip dalam buku ini tentang kekuatan pantang menyerah, “Sukses itu 1 % bakat 99 % keringat.”
Dalam buku ini juga banyak membahas mengenai bagaimana cara
menembus surat kabar baik lokal atau pun nasional. Jika kita adalah seorang penulis pemula, kita
disarankan untuk mengirimkan karya kita ke media lokal terlebih dahulu. Karena, untuk sampai di muat di media cetak
nasional itu sangat ketat persaingannya.
Di sana kita akan bersaing dengan para ahli, pengamat politik, sosial
dan penulis yang telah mempunyai nama (terkenal). Tapi jika kita mengirimkan ke media cetak
lokal maka peluangnya lebih besar karena di media lokal biasanya lebih membuka
kesempatan untuk para penulis pemula.
Jika kita menginginkan tulisan atau
karya kita dimuat di media cetak, kita bisa menulis rubrik opini yang bahasanya
menggunakan bahasa ilmiah. Dan jika
karya kita bisa di muat dalam rubrik opini maka kita akan mendapat beberapa
keuntungan di dalamnya diantaranya, membuktikan eksistensi kita, rasa bangga
karena tidak semua orang bisa menulis, jikapun bisa untuk bisa di muat di media
cetak itu bukanlah hal yang mudah, dan yang tidak kalah menggiurkan adalah honor
dari menulis itu sendiri. Di buku
tersebut di katakan bahwa, jika karya opini itu bisa di hargai Rp800.000,
sungguh nilai yang lumayan fantastis bukan? Ada
rubrik yang lebih sederhana sebagai bahan pembelajaran penulis pemula seperti
saya ini yaitu, rubrik surat pembaca.
Dalam suarat pembaca, masalah bahasa di situ tidak terlalu ilmiah pun
tidak masalah. Di buku itu menampilkan surat pembaca yang katanya sempat
membuat Indonesia geger dengan surat pembaca tersebut. Saya ingat inti dari surat pembaca
tersebut. Surat itu berisi tentang
keluhan akan patwal/polisi yang mengawal saat presiden SBY atau keluarga
presiden SBY pergi yang malah sering membuat kemacetan karena proses pengawalan
tersebut. Dan penulis surat pembaca tersebut merasa terganggu dan putrinya pun
syok akibat kejadian waktu patwal. Karena pada proses patwal tersebut, seorang
polisi anggota patwal menghampiri mobilnya dan menggebrak mobil sang penulis
surat pembaca itu disertai dengan nada yang tinggi dan emosional pula.
Di buku ini juga dijelaskan. Seorang
penulis yang baik adalah seorang pembaca yang baik pula. Karena tanpa menjadi pembaca yang baik
mustahil untuk menghasilkan karya yang
baik pula. Negeri Sakura pun tidak luput
disinggung dalam buku ini, karena Jepang ini konon surganya para pecinta buku,
dan kebudayaan membaca di Jepang pun sungguh tinggi. Tidak seperti di negara kita ini. Karena budaya membaca yang tinggi tersebut
Jepang memiliki toko buku yang jumlahnya hampir sama dengan Amerika yang
wilayahnya jauh lebih luas.
Indonesia harusnya jangan mau kalah dong dengan mantan penjajahnya. Terus membaca dan terus menulis. Karena membaca adalah pintu ke mana saja. See you! ^^
Indonesia harusnya jangan mau kalah dong dengan mantan penjajahnya. Terus membaca dan terus menulis. Karena membaca adalah pintu ke mana saja. See you! ^^

Komentar
Posting Komentar